Minggu, Maret 03, 2013

Kebijakan Kepemimpinan Umar Bin Khattab



Strategi Kepemimpinan Umar bin Khattab
1.      Agama.
Penaklukan-penaklukan yang terjadi pada masa Umar menyebabkan orang ramai-ramai memeluk agama Islam namun tentu tidak ada paksaan terhadap mereka yang tidak mau memeluknya. Masyarakat saat itu adalah masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai agama, dan hal ini tentu saja berpengaruh tehadap masyarakat Islam, mereka mengenal ajaran-ajaran selain Islam seperti Nasrani, Yahudi, Majusi Shabiah dan lainnya. Masyarakat muslim otomatis akan belajar toleransi terhadap pemeluk agama lainnya.

2.      Dinamika Sosial.
Keadaan sosial juga mulai berubah, perubahan-perubahan ini sangat terlihat pada masyarakat yang hidup diwilayah taklukan-taklukan Islam, mereka mengenal adanya kelas sosial meskipun Islam tidak membenarkan hal itu.

Kebijakan pajak yang berlaku pada masa Umar bin Khattab telah membagi masyarakat kepada dua kelas, yaitu:
1.      Kelas wajib pajak: buruh, petani dan pedagang.
2.      Kelas pemungut pajak: pegawai pemerintah, tentara dan elit masyarakat.
      3.   Dinamika Ekonomi.
a. Perdagangan, Industri dan Pertanian.

Sumber pendapatan rakyat beragam mulai dari perdagangan, pertanian, pengerajin, industri maupun pegawai pemerintah. Industri saat itu ada yang dimiliki oleh perorangan ataupun negara atau daerah untuk kepentingan negara, industri-industri ini adalah seperti industri rumah tangga yang mengolah logam, industri pertanian, pertambangan dan pekerjaan-pekerjaan umum pemerintah seperti pembangunan jalan, irigasi, pegwai pemerintah dan lain-lain.
Pembangunan irigasi juga sangat berpengaruh dalam pertanian, perkebunan-perkebunan yang luas yang dimiliki oleh perorangan maupun negara atau daerah banyak menghasilkan, lahan-lahan seperti ini adalah hasil rampasan perang yang sebagian menjadi milik perorangan.
b. Pajak.
Pajak saat itu ditetapkan berdasarkan profesi, penghasilan dan lain-lain. Sistem pajak yang diberlakukan di suatu daerah pada dasarnya adalah sistem yang dipakai di daerah itu sebelum ditaklukkan. Pajak yang ditanggung oleh masyarakat adalah :
  • Pajak jiwa, pajak ini berdasar jumlah masyarakat dan dipikul bersama. Yang bertugas melakukan penghitungan adalah tokoh masyarakat juga.
  • Pajak bumi dan bangunan, tanah wajib pajak adalah seluas 2400 m2 jumlahnya tergantung pada kualitas tanah, sumber air, jenis pertanian, hasil pertanian dan jarak ke pasar.
3.      Dinamika Politik dan Adminstrasi.
Sistem adaministrasi yang berlaku adalah kesepakatan antara pemerintah dengan elit lokal wilayah tersebut. Dengan begitu, otomatis tidak ada kesamaan administrasi suatu wilayah dengan wilayah lainnya.






a. Ekspansi-Ekspansi Pemeritahan Umar bin Khattab.
Adapun rangkaian penaklukan yang terjadi pada masa Umar bin Khattab adalah:
  1. Penaklukkan Syam (13 H), meskipun memang awal serangan dimulai pada masa Abu Bakar, akan tetapi kota ini baru bisa ditaklukkan pada masa awal pemerintahan Umar bin Khattab. Penaklukan ini dipimpin oleh Khalid bin Walid, yang kemudian dipecat oleh Umar bin Khattab r.apada hari kemenangannya.
  2. Penaklukkan Damasqus oleh Abu Ubaidah yang diteruskan ke Baalbek, Homs dan Hama (13 H).
  3. Yerussalem (638).
  4. Caesaria (640) yang berlanjut ke Selatan Syiria, Harran, Edessa dan Nabisin.
  5. Mesir oleh Amr bin Ash (641 H/20 H) termasuk Heliopolis dan Babylonia, sedangkan Alexandria baru ditaklukkan pada tahun (643).
  6. Syiria ditaklukkan pada perang Qadisiyah (637 M/14 H).
  7. serangkaian penaklukan lainnya adalah Mosul (641 M/16 H), Nihawan, Hamadazan (21 H), Rayy (22 H), Isfahan dan kota-kota Utama Iran Barat (644 M), Khurasan (22 H).
  8. Pasukan lainnya menguasai Ahwaz (Khuzistan) (640 M/17 H).
  9. Sijistan dan Kerman (23 H)
b. Kebijakan Politis dan Administratif.
  1. Ekspansi dan penaklukkan.
  2. Desentralisasi administrasi.
  3. Pembangunan fasilitas-fasilitas umum, seperti Masjid, jalan dan bendungan.
  4. Pemusatan kekuatan militer di amshar-amshar.
  5. Memusatkan para sahabat di Madinah, agar kesatuan kaum muslimin lebih terjaga.
  6. Aktivitas haji tahunan sebagai wadah laporan tahunan para gubernur terhadap khalifah.
  7. Membangun kota Kufah dan Bashrah.
  8. Pemecatan Khalid bin Walid dari kepemimpinannya.
  9. Pembentukan beberapa jawatan:
5. Dinamika Intelektual.
Selain dari menetapkan tahun hijriah yang dihitung dari sejak berhirahnya nabi Muhammad saw. ke Madinah, pada masa Umar bin Khattab r.a juga tercatat ijtihad-ijtihad baru. Beberapa sebab-sebab munculnya ijtihad baru di masa awal Islam berkataitan dengan Alquran maupun sunnah.


Tidak ada komentar:

Pasang Emoticon Anda!

Poskan Komentar